Di balik setiap perubahan besar dalam masyarakat, selalu ada sosok yang bekerja tanpa lelah dengan penuh ketulusan. Salah satu sosok itu adalah Wiji Resmiati, Comdev Officer (CDO) di PT Kaltim Prima Coal (KPC), yang sejak tahun 2008 telah mengabdikan dirinya untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui pendekatan yang tidak biasa—pendekatan dari hati.
Pendekatan Humanis yang Menyentuh Hati
Bagi Mbak Wiji, pemberdayaan bukan sekadar menyampaikan bantuan atau proyek, tetapi tentang membangun hubungan. Ia dikenal dengan pendekatan personal yang penuh empati, menjadikan masyarakat bukan sebagai objek binaan, tetapi sebagai mitra sejajar. Inilah yang membuat program-program yang ia jalankan terasa lebih manusiawi dan berdampak jangka panjang.
Dengan merangkul masyarakat secara emosional dan informal, Wiji mampu memahami kebutuhan riil mereka dan menciptakan rasa saling percaya yang kuat. Masyarakat merasa dihargai, bukan didikte. Ini menjadi fondasi kokoh bagi kolaborasi yang efektif dan saling mendukung.
Pemberdayaan yang Berkelanjutan
Salah satu nilai penting yang diusung oleh Mbak Wiji adalah kemandirian. Setiap inisiatif selalu dirancang agar masyarakat bisa berdiri di atas kaki sendiri. Dengan memanfaatkan potensi lokal, seperti keterampilan, sumber daya alam, dan modal sosial yang ada, masyarakat diajak untuk menggali kekuatan mereka sendiri.
Ketika hambatan muncul, Wiji hadir sebagai jembatan, menghubungkan masyarakat dengan stakeholder atau pihak terkait lainnya. Ia tidak membiarkan mereka bergantung pada bantuan eksternal, tetapi mendorong mereka untuk terus belajar, berkembang, dan tumbuh menjadi komunitas yang mandiri.
Dampak Nyata di Lapangan
Berkat pendekatan yang konsisten dan penuh dedikasi, Wiji Resmiati telah menciptakan dampak nyata dalam kehidupan banyak orang. Masyarakat yang dulunya belum terorganisir kini mampu mengelola usaha secara profesional, bahkan menjadi pelatih dan mentor bagi komunitas lainnya.
Transformasi ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan yang dimulai dari hati akan berujung pada kemandirian yang autentik dan keberhasilan yang berkelanjutan.








