PT PERTAMINA HULU ENERGI Hadirkan Pembangunan Berkelanjutan yang Berdampak Luas

ENTITY lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak luas pada masyarakat, khususnya di Karawang, Subang, Puntang/Bandung Barat. Berdasarkan hasil pemetaan sosial yang dilakukan, PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) menemukan bahwa mitra binaannya mengalami kesulitan dalam mengembalikan omzet dan stabilitas usaha pasca pandemi Covid-19. Salah satu tantangan utama yang dihadapi mitra binaan adalah tingginya biaya produksi dan kesulitan mendapatkan bahan baku. Biaya konsumsi energi, terutama listrik dan LPG, menjadi beban tambahan yang memperlambat pemulihan usaha pasca pandemi. Sebagai respons, PHE mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali lebih dalam kendala-kendala tersebut. Hasil dari FGD ini kemudian mendorong PHE untuk menginisiasi program ENTITY, yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan di wilayah yang berdekatan. Program ini menyatukan bidang-bidang penting seperti pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan kesehatan ke dalam satu integrasi yang saling mendukung. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan mandiri. Dengan berfokus pada hak asasi manusia dan kesetaraan, ENTITY ingin menciptakan perubahan yang positif dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara menyeluruh.

Pemberdayaan Masyarakat Menuju
Ekonomi Berkelanjutan

Program ENTITY menghadirkan berbagai kegiatan pendampingan dan edukasi yang berfokus pada pengembangan kapasitas mitra binaannya yang bertujuan meningkatkan kapasitas mereka dalam berbagai bidang strategis. Topik pelatihan dan edukasi terdiri atas komunikasi sosial, marketing, wirausaha, energi 101, operasi dan perawatan, dan aspek keselamatan.

Pelatihan komunikasi sosial mencakup bagaimana cara berkomunikasi efektif di hadapan publik, bekerja sama dalam tim, dan membuat alur komunikasi internal serta eksternal. Tujuannya agar terbentuk koordinasi yang lebih efisien di dalam masing-masing komunitas yang dijalankan. Di bidang marketing, pelatihan diberikan terkait pemasaran produk melalui media sosial, teknik pembuatan materi grafis dan video, penggunaan tools analisis untuk mengevaluasi performa konten.

Keseluruhan pelatihan ini dirancang agar komunitas dan mitra binaan mampu mengelola komunikasi serta pemasaran mereka dengan profesional.

Selain pengembangan keterampilan komunikasi dan marketing, Program ENTITY juga menyediakan edukasi di bidang wirausaha dan energi terbarukan. Dalam edukasi wirausaha, peserta diperkenalkan pada konsep bisnis dan diberi pemahaman mengenai proses produksi, dari bahan mentah hingga menjadi produk siap jual. Pelatihan ini mendorong peserta untuk memiliki mindset kreatif dan produktif dalam mengembangkan usaha mereka sendiri. Edukasi Energi 101 juga disediakan untuk memberikan pemahaman mengenai transisi energi dan perubahan iklim, serta berbagai jenis energi terbarukan seperti biogas, biodiesel, dan tenaga surya.

Peserta mengenal manfaat energi bersih dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat turut berperan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan komunitas binaan semakin memahami pentingnya inovasi berkelanjutan dalam menjalankan bisnis mereka.

Pencapaian Keberhasilan Program ENTITY

Keberhasilan Program ENTITY dapat dinilai melalui beberapa aspek utama yang menunjukkan dampak positif dari implementasi program ini. Salah satu indikator kunci  adalah reduksi emisi karbon, yang mengalami peningkatan signifikan dari 159.236 kgCO, eq per tahun sebelum program menjadi 206.867 kgCO‚ eq per tahun setelah program berjalan. Selain kontribusi terhadap pengurangan emisi, program ini juga berhasil meningkatkan pendapatan tahunan bagi masyarakat yang terlibat, dari Rp 202,9 juta sebelum program dilaksanakan menjadi Rp 214,5 juta setelah program berjalan.

Selain itu, Program ENTITY juga memperluas dampaknya terhadap jumlah masyarakat yang merasakan manfaat langsung dari inisiatif ini. Jumlah individu yang terdampak naik dari 567 orang sebelum program menjadi 633 orang setelah program dijalankan, menunjukkan peningkatan akses bagi masyarakat lokal terhadap manfaat program. Keanggotaan dalam kelompok kelembagaan yang berperan dalam pelaksanaan program
juga mengalami peningkatan dari 415 menjadi 449 anggota.

Kepuasan mitra binaan diukur melalui survei yang dirancang khusus untuk menilai pengalaman mereka dalam program CSR Pertamina Subholding Upstream, terutama yang berfokus pada Subang Field. Beberapa aspek yang menjadi fokus penilaian antara lain efektivitas integrasi program, manfaat nyata yang dirasakan dari integrasi, kualitas komunikasi dalam kelompok setelah proses integrasi, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap integrasi, serta pelibatan aktif komunitas dalam proses pengambilan keputusan. Selain itu, survei juga mengevaluasi akomodasi terhadap kebutuhan masyarakat, tingkat partisipasi kelompok, keadilan kesempatan bagi semua pihak, dampak ekonomi yang dirasakan, dan peran komite dalam pelaksanaan program.

Artikel ini telah diterbitkan dalam Majalah CSR Review Edisi 1 Januari 2025. Hubungi kami untuk memperoleh Majalah CSR Review dan dapatkan artikel menarik lainnya.

SHARE