CSR Leaders Summit

Jakarta, [10 Februari 2026] — CFCD (Corporate Forum for CSR Development) kembali menegaskan perannya sebagai Forum CSR Pertama di Indonesia dan Penggagas serta Advisor dan Fasilitator utama CSR di Indonesia menyelenggarakan CSR Leaders Summit for Productive and Competitive Villages 2026. Bertempat di Operational Room Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, acara yang diketua oleh Ir Erwina Yunarti ini berlangsung sepanjang hari dapat terlaksana sesuai harapan dan diikuti oleh 100 peserta lebih dan memfasilitasi pertemuan antara 5 Kementerian, SKK Migas BUMN, 24 Perusahaan perusahaan swasta, yayasan CSR, akademisi dan mahasiswa S2/S3 untuk membicarakan kerjasama kolaborasi di masa depan dalam inisiasi mewujudkan Asta Cita Presiden ke-6 desa produktif dan mandiri berkelanjutan.

CSR Leaders Summit for Productive and Competitive Villages 2026 ini semakin terasa istimewa dengan kehadiran tamu-tamu VIP dari berbagai kementerian dan lembaga negara. Mereka hadir bukan sekadar sebagai undangan, tetapi sebagai penentu arah kebijakan yang akan menjadi landasan bagi program CSR di desa. Tema besar yang diusung adalah “Peran Multipihak Membangun Desa Melalui Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Mandiri dalam Rangka Mendukung Suksesnya Asta Cita 6”.

CFCD mengusung semangat kolaborasi lintas sektor di mana pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, dan masyarakat bersatu untuk mewujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi visi Indonesia Emas 2045. Acara dibuka dengan penekanan pada Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Kementerian hadir membawa arah kebijakan nasional yang menjadi landasan program CSR. Kemendesa PDT menegaskan 12 aksi prioritas pembangunan desa, mulai dari revitalisasi BUMDes hingga digitalisasi desa. Kemenko Pangan mendorong pembentukan 80.000 koperasi desa sebagai pusat ekonomi baru. Kemenko PM menyoroti peran UMKM desa sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Kemendag memaparkan program Desa Bisa Ekspor untuk mendorong produk unggulan desa menembus pasar global. Sementara itu, Kementerian ESDM menekankan regulasi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di lingkar tambang agar desa sekitar ikut maju. Kehadiran kementerian ini menunjukkan bahwa CSR tidak berjalan sendiri, melainkan terintegrasi dengan kebijakan nasional.

Setelah arah kebijakan dipaparkan, perusahaan berbagi praktik terbaik mereka. Telkomsel dengan program Baktiku Negeriku mengintegrasikan literasi digital, pertanian terpadu, dan pariwisata kreatif berbasis potensi lokal. Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) melalui Desa Sejahtera Astra (DSA) telah membina lebih dari 1.200 desa dengan fokus pada UMKM dan ekspor produk desa. Indocement memperkenalkan inovasi Cipta Energi dari Sampah (CERDAS) yang mengubah limbah menjadi energi alternatif sekaligus membuka peluang kerja baru. Bukit Asam dengan Bara Agro Sirkuler membangun model ekonomi sirkular yang memberdayakan kelompok rentan melalui perkebunan, peternakan, dan perikanan. PLN Indonesia Power UBH menghadirkan Kolam Gizi dan Posyandu untuk mengatasi stunting melalui budidaya ikan dan edukasi gizi. Sementara itu, Energi Mega Persada (EMP) menekankan pentingnya sinkronisasi program CSR dengan pemerintah daerah, mencakup 189 desa di 28 kabupaten.

Diskusi sepanjang hari berlangsung hangat, membahas tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, akses pasar, dan literasi digital. Namun, setiap tantangan dijawab dengan solusi kreatif. Kolaborasi menjadi kata kunci, CSR tidak lagi dipandang sebagai kewajiban, melainkan investasi sosial jangka panjang. CFCD berperan sebagai fasilitator, memastikan praktik terbaik dapat direplikasi di desa lain dan mendorong kebijakan yang mendukung keberlanjutan.

Menjelang penutupan, semua pihak sepakat bahwa desa adalah fondasi bangsa. Jika desa maju, Indonesia akan lebih cepat mencapai visi Indonesia Emas 2045. Summit ini pun menjadi tonggak penting, menegaskan bahwa keberlanjutan hanya bisa dicapai dengan sinergi multipihak. CFCD melalui CSR Leaders Summit 2026 menunjukkan bahwa desa produktif dan kompetitif bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan yang sedang dibangun hari ini.

Tindak lanjut dari CSR Leader Summit 2026 ini akan diadakan pertemuan koordinasi intens lintas 5 Kemementerian, Perusahaan Peserta dan Stakeholder Terkait lainnya guna menyusun langkah strategis dan implementasi lebih lanjut dalam berkolaborasi Program PPM Kementerian dan CSR Perusahaan dalam membangun desa mandiri mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden dengan langkah Konkrit Nyata.

SHARE