Menurut data BPS tahun 2023, lulusan SMK menjadi penyumbang tertinggi angka pengangguran di Indonesia, dengan angka mencapai 9,31%. Ironisnya, SMK yang sejatinya didirikan untuk mencetak tenaga kerja siap pakai justru menjadi titik lemah dalam ekosistem ketenagakerjaan nasional. Salah satu penyebab utamanya adalah adanya mismatch antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri.

Menjawab tantangan ini, PT United Tractors Tbk meluncurkan program SOBAT (Sekolah Binaan United Tractors). Program ini merupakan bagian dari pilar pendidikan dalam kebijakan CSR perusahaan, yang bertujuan memutus rantai kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lewat penguatan pendidikan vokasi.

Fokus pada Kualitas Guru, Bukan Hanya Siswa

Salah satu pendekatan unik SOBAT adalah fokusnya pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik SMK. Data Kemendikbudristek tahun 2019 mencatat rata-rata skor kompetensi guru SMK masih di angka 50,64 dari 100 — sebuah tantangan besar yang menjadi perhatian serius bagi SOBAT.

Program ini melibatkan berbagai aktivitas pengembangan guru seperti:

  • In Class Training untuk penguatan dasar keilmuan alat berat
  • On the Job Training (OJT) berbasis simulasi
  • Sertifikasi kompetensi guru dengan standar BNSP (level P3)

Dengan sistem bertahap (beginner, intermediate, advance), program SOBAT menargetkan para guru untuk naik level dalam kompetensi, hingga mampu menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri.

Kolaborasi Multistakeholder: Kunci Keberhasilan

Keseriusan PT United Tractors terlihat dari kolaborasinya bersama berbagai pihak, seperti:

  • UT School sebagai penyedia pelatihan
  • LSP ABI sebagai lembaga sertifikasi profesi alat berat
  • Kemendikbudristek untuk sinkronisasi kurikulum

Lokasi seperti SMKN 36 Jakarta dijadikan model sekolah binaan yang menjadi pusat pengembangan teknik alat berat di wilayah pesisir Cilincing. Tak hanya memberikan pelatihan, PT United Tractors juga menyumbangkan alat berat sebagai alat praktik nyata.

Indikator Keberhasilan yang Terukur

Keberhasilan program SOBAT diukur dari jumlah sekolah binaan, peningkatan kompetensi guru, serta implementasi kurikulum yang sesuai dengan industri. Setiap aktivitas dalam program punya indikator keberhasilan tersendiri, termasuk evaluasi berbasis matriks SOBAT Teacher Level.

Hasil Nyata di Lapangan

Sejak dijalankan, program SOBAT telah memberikan hasil yang signifikan. Di SMKN 36 Jakarta, dua guru jurusan alat berat telah menjalani seluruh rangkaian pelatihan dan sertifikasi. Secara nasional, tercatat lebih dari 389 guru dari berbagai sekolah binaan di Indonesia telah mengikuti program ini. Pelatihan pun tersebar di lima kota besar—Samarinda, Banjarmasin, Pekanbaru, Jakarta, dan Makassar—dengan partisipasi aktif hingga ratusan guru. Hal ini menunjukkan bahwa program SOBAT bukan hanya inisiatif lokal, tapi juga punya cakupan nasional yang luas dan berdampak nyata.

Menuju Pendidikan Vokasi yang Mandiri

Dengan pendekatan jangka panjang dan strategi pelatihan berkelanjutan, PT United Tractors menargetkan agar sekolah-sekolah binaan dapat menjadi lembaga vokasi yang mandiri dan berstandar industri. Bukan hanya guru yang meningkat kapasitasnya, tetapi juga para siswa akan mendapatkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan kerja. Dengan demikian, program SOBAT tidak hanya menciptakan guru yang berkualitas, tetapi juga membentuk generasi muda yang siap bersaing di dunia industri—sebuah kontribusi penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

 


Artikel ini dimuat dalam Majalah CSR Review edisi 3 2025.
Dapatkan artikel lengkapnya hanya di majalah CSR Review.
Klik di sini untuk mendapatkan akses ke majalah CSR Review

SHARE