Prof. Dr. Ir. Rizaldi Boer MSc
Head of International Research Institute for
Environment and Climate Change of IPB University

Perubahan iklim menjadi tantangan global terpenting bagi umat manusia saat ini. Laporan dari berbagai lembaga dunia di antaranya World Meteorological Organization (WMO), Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), dan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) menyatakan bahwa perubahan iklim akan terus terjadi dalam beberapa dekade. Menurut Profesor Rizaldi Boer selaku, Head of International Research Institute for Environment and Climate Change of IPB University menyatakan di tengah dinamika perkembangan global saat ini, perusahaan-perusahaan tidak dapat mengabaikan tuntutan untuk mengadopsi prinsip-prinsip keberlanjutan. Setiap langkah yang diambil untuk mengatasi perubahan iklim harus sejalan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terukur dan efektif.

Penanganan perubahan iklim tidak bisa dilakukan dengan sembarangan; tindakan ini harus berbasis pada science. Kita dihadapkan pada tantangan bagaimana masyarakat global dapat bersatu dalam menyelamatkan iklim, mencegah krisis iklim yang dapat mengganggu sistem global kita. Oleh karena itu, penting bagi tiap pihak untuk memiliki strategi jangka panjang yang jelas.

Di sinilah peran CSR menjadi sangat krusial. Tidak hanya dalam menyongsong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), tapi juga dalam memastikan bahwa semua inisiatif yang diambil dapat diukur, dilaporkan, dan diverifikasi. Itulah sebabnya pengembangan sistem pemantauan yang dikenal dengan MRV (Measurable, Reporting, and Verification) menjadi sebuah keharusan.

 


Artikel ini dimuat dalam Majalah CSR Review edisi 1 2025.
Dapatkan artikel lengkapnya hanya di majalah CSR Review.
Klik di sini untuk mendapatkan akses ke majalah CSR Review

SHARE