Judul Jurnal: Corporate Social Responsibility in Nutrition Improvement: A Collaborative Approach with Government Initiatives
Penulis: Dr. Rahmawati Ananda, M.Sc., dan Prof. Haryono Tirtokusumo, Ph.D.
Publikasi: Journal of Public Health and Corporate Responsibility, Vol. 15, No. 3, 2024

Latar Belakang

Masalah gizi buruk dan stunting masih menjadi tantangan utama di Indonesia. Pemerintah melalui program seperti Gerakan Makan Bergizi dan Isi Piringku berupaya mengatasi masalah ini. Dalam jurnal ini, penulis mengeksplorasi bagaimana perusahaan dapat memainkan peran strategis melalui CSR untuk mendukung inisiatif tersebut, sekaligus menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

Tujuan Penelitian

  1. Mengkaji efektivitas program CSR yang berfokus pada peningkatan gizi masyarakat.
  2. Mengidentifikasi sinergi antara program CSR perusahaan dan program pemerintah.
  3. Mengevaluasi dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan dari kolaborasi tersebut.

Metodologi

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di tiga perusahaan besar di sektor pangan dan kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, survei masyarakat penerima manfaat, dan analisis laporan tahunan CSR perusahaan.

Hasil Penelitian

  1. Kolaborasi yang Efektif:Perusahaan yang berkolaborasi dengan program pemerintah, seperti Isi Piringku, menunjukkan peningkatan efektivitas program. Misalnya, perusahaan A mendistribusikan paket makanan bergizi untuk anak-anak sekolah dasar di daerah rawan stunting, dengan panduan menu dari Kementerian Kesehatan.
  2. Peningkatan Kesadaran Gizi:Program CSR berbasis edukasi seperti seminar dan kampanye di media sosial membantu masyarakat memahami pentingnya pola makan bergizi.
  3. Dampak Positif:Program makan bergizi melalui CSR berhasil mengurangi angka stunting hingga 20% di daerah sasaran dalam waktu dua tahun. Selain itu, terdapat peningkatan rata-rata pendapatan keluarga penerima manfaat sebesar 15% karena penghematan biaya kesehatan.
  4. Tantangan:Hambatan terbesar adalah koordinasi yang kurang optimal antara perusahaan dan pemerintah daerah, serta keterbatasan logistik di wilayah terpencil.

Rekomendasi

  1. Peningkatan Sinergi:Perusahaan perlu menyelaraskan program CSR dengan target nasional seperti Rencana Aksi Nasional Penurunan Stunting (RAN-PG).
  2. Pendekatan Holistik:CSR harus mencakup edukasi, akses pangan bergizi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
  3. Monitoring dan Evaluasi:Diperlukan sistem pengukuran dampak yang transparan untuk memastikan keberlanjutan program.

Kesimpulan

Jurnal ini menunjukkan bahwa program CSR yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah dapat menjadi katalisator penting dalam mengatasi masalah gizi masyarakat. Selain meningkatkan kesehatan masyarakat, pendekatan ini juga memperkuat citra positif perusahaan di mata publik.

Kata Kunci: CSR, Peningkatan Gizi, Stunting, Kolaborasi Pemerintah, Keberlanjutan

SHARE